spanduk halaman

produk

L-(+)-Ergothioneine /CAS:497-30-3

Deskripsi Singkat:

Nama produk: L-(+)-Ergothioneine

Tipe:ZA-N

CAS:497-30-3

Rumus kimia: C9H15N3O2S

Berat Badan: 229,3

STRUKTUR:

titik leleh: 275-277°C (terurai)


Detail Produk

Label Produk

spesifikasi

Periksa item

Spesifikasi

Properti Bubuk kristal berwarna putih hingga putih kekuningan.
Kemurnian ≥99,0%
isi ≥99,0%
Kelembapan ≤1%
Logam berat 10 ppm
Jumlah total mikroorganisme aerobik 750 cfu/g
Jumlah ragi dan jamur 25 cfu/g
Escherichia coli Negatif
Salmonella Negatif
Stafilokokus

Negatif

Penggunaan

Ergothioneine memiliki aplikasi yang luas dan prospek pasar yang menjanjikan di bidang transplantasi organ, pengawetan sel, farmasi, makanan dan minuman, makanan fungsional, pakan ternak, kosmetik, dan bioteknologi.

Sebagai antioksidan alami non-toksik dengan sifat sitoprotektif yang kuat, ia tahan terhadap oksidasi dalam larutan berair. Karena alasan ini, konsentrasinya di jaringan tertentu dapat mencapai tingkat milimolar, dan ia mengaktifkan sistem pertahanan antioksidan seluler alami tubuh.

Berbeda dari banyak antioksidan lainnya, ergothioneine mampu mengikat ion logam berat dan melindungi sel darah merah dalam tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Ergothioneine adalah penangkap asam hipoklorit (HOCl) yang ampuh. Meskipun banyak senyawa dapat bereaksi dengan asam hipoklorit, hanya sedikit yang bereaksi secepat ergothioneine.

Inhibitor alfa-1-antiproteinase (API), seperti elastase, sangat rentan terhadap asam hipoklorit. Pada konsentrasi fisiologis, ergothionein dapat secara efektif melindungi API dari inaktivasi yang disebabkan oleh asam hipoklorit. Karena neutrofil merupakan sumber utama asam hipoklorit dalam tubuh manusia, ergothionein membantu melindungi sel darah merah dari kerusakan yang disebabkan oleh neutrofil di lokasi fungsional normal atau lesi yang meradang.

Ergothioneine (disingkat ET atau EGT) adalah turunan asam amino alami yang langka. Pada tahun 1909, Charles Tanret mengisolasi senyawa kristal unik yang mengandung sulfur saat mempelajari jamur ergot yang menyerang biji gandum rye. Tiol yang larut dalam air ini kemudian dinamai ergothioneine sesuai nama jamur ergot tersebut.

EGT banyak ditemukan di sel mikroba, tumbuhan, dan hewan, dengan kadar yang relatif tinggi dalam makanan seperti jamur, kacang hitam, kacang merah, dan gandum. Sebagai zat endogen dalam tubuh manusia, EGT terakumulasi dalam konsentrasi tinggi di berbagai sel dan jaringan, terutama di sel darah merah, sumsum tulang, hati, ginjal, air mani, serta lensa dan kornea mata.

Mikroorganisme tertentu termasuk mikobakteri dapat mensintesis EGT, tetapi tubuh manusia tidak dapat memproduksinya secara mandiri dan harus memperoleh serta mengakumulasikannya melalui asupan makanan.

Secara kimia, ergothioneine adalah turunan dari asam amino yang mengandung sulfur. Atom sulfurnya yang stabil bertanggung jawab atas kapasitas antioksidannya yang khas. Atom sulfur tersebut memerangkap dan menetralkan radikal bebas, sehingga mengurangi stres oksidatif dan kerusakan sel. Selain itu, ergothioneine bersifat lipofilik, sehingga mampu menembus membran sel dan memberikan efek di dalam sel, yang semakin meningkatkan kinerja antioksidannya.

Ergothioneine langka di alam. Selain jamur ergot, sejumlah kecil juga dapat terdeteksi di beberapa jamur, bakteri, dan tumbuhan lainnya. Meskipun demikian, manusia terutama memperolehnya dari makanan sehari-hari, termasuk bahan-bahan seperti jamur tiram emas, ganoderma lucidum, dan cordyceps.

Pengemasan dan Pengiriman

25KG/Drum atau sesuai kebutuhan pelanggan.
Termasuk dalam kategori barang publik dan dapat dikirim melalui jalur laut dan udara.

Penyimpanan dan pemeliharaan

Masa simpan: 24 bulan sejak tanggal pembuatan dalam kemasan asli yang belum dibuka, disimpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar matahari langsung dan air.
Gudang berventilasi, pengeringan suhu rendah, terpisah dari oksidan dan asam.


  • Sebelumnya:
  • Berikutnya:

  • Tulis pesan Anda di sini dan kirimkan kepada kami.