Asam glikolat/CAS:79-14-1
Keterangan:
Asam glikolat adalah asam alfa-hidroksi (AHA) terkecil. Asam ini terutama ditambahkan ke berbagai produk perawatan kulit untuk memperbaiki penampilan dan tekstur kulit. Asam ini juga dapat mengurangi kerutan, bekas jerawat, dan hiperpigmentasi. Dalam industri tekstil, asam ini dapat digunakan sebagai zat pewarna dan penyamak. Asam ini juga dapat digunakan sebagai zat perasa dalam pengolahan makanan, dan sebagai zat perawatan kulit dalam industri farmasi. Selain itu, asam ini dapat ditambahkan ke polimer emulsi, pelarut, dan aditif tinta untuk meningkatkan sifat alir dan memberikan kilau. Lebih jauh lagi, asam ini merupakan zat perantara yang berguna untuk sintesis organik termasuk reduksi-oksidasi, esterifikasi, dan polimerisasi rantai panjang.
spesifikasi
| Barang | Spesifikasi |
| Titik lebur | 75-80 °C (literatur) |
| Titik didih | 112 °C |
| Kepadatan | 1,25 g/mL pada 25 °C |
| Kepadatan curah | 600kg/m3 |
| Tekanan uap | 10,8 hPa (80 °C) |
| Indeks bias | n20/D 1,424 |
| Fp | 112°C |
| Suhu penyimpanan. | Simpan di bawah suhu +30°C. |
| Membentuk | Larutan |
| Warna | Putih hingga putih pucat |
Penggunaan
Dalam pengolahan tekstil, kulit, dan logam; dalam pengendalian pH, dan di mana pun asam organik murah dibutuhkan, misalnya dalam pembuatan perekat, dalam pemutihan tembaga, pembersihan dekontaminasi, pewarnaan, pelapisan listrik, dalam pengawetan, pembersihan dan penggilingan kimia logam.
Asam glikolat (asam hidroksiasetat) mengurangi kohesi korenosit dan penebalan lapisan korneum di mana penumpukan sel kulit mati yang berlebihan dapat dikaitkan dengan banyak masalah kulit umum, seperti jerawat, kulit kering dan sangat kering, serta kerutan. Asam glikolat bekerja dengan melarutkan semen seluler internal yang bertanggung jawab atas keratinisasi abnormal, memfasilitasi pengelupasan sel kulit mati. Ia juga meningkatkan hidrasi kulit dengan meningkatkan penyerapan kelembapan serta meningkatkan kemampuan kulit untuk mengikat air. Hal ini terjadi pada semen seluler melalui aktivasi asam glikolat dan kandungan asam hialuronat kulit sendiri. Asam hialuronat dikenal mampu menahan kelembapan dalam jumlah yang mengesankan dan kapasitas ini ditingkatkan oleh asam glikolat. Akibatnya, kemampuan kulit sendiri untuk meningkatkan kadar kelembapannya meningkat. Asam glikolat adalah asam alfa hidroksi (AHA) yang paling sederhana. Ia juga merupakan AHA yang diyakini oleh para ilmuwan dan perumus memiliki potensi penetrasi yang lebih besar sebagian besar karena berat molekulnya yang lebih kecil. Asam glikolat dapat sedikit mengiritasi kulit dan selaput lendir jika formulasi mengandung konsentrasi asam glikolat yang tinggi dan/atau pH rendah. Asam glikolat terbukti bermanfaat untuk kulit berjerawat karena membantu menjaga pori-pori tetap bersih dari kelebihan keratinosit. Asam glikolat juga digunakan untuk mengurangi tanda-tanda bintik-bintik penuaan, serta keratosis aktinik. Namun, asam glikolat paling populer digunakan dalam kosmetik anti-penuaan karena kemampuannya menghidrasi, melembapkan, dan menormalkan kulit, sehingga mengurangi tampilan garis-garis halus dan kerutan. Terlepas dari tipe kulit G, penggunaan asam glikolat dikaitkan dengan kulit yang lebih lembut, halus, sehat, dan tampak lebih muda. Asam glikolat secara alami ditemukan dalam tebu, tetapi versi sintetisnya paling sering digunakan dalam formulasi kosmetik.
Pengemasan dan Pengiriman
250KG/Drum atau sesuai kebutuhan pelanggan.
Termasuk dalam kategori barang publik dan dapat dikirim melalui jalur laut dan udara.
Penyimpanan dan pemeliharaan
Masa simpan: 24 bulan sejak tanggal pembuatan dalam kemasan asli yang belum dibuka, disimpan di tempat sejuk dan kering, terhindar dari sinar matahari langsung dan air.
Gudang berventilasi, pengeringan suhu rendah, terpisah dari oksidan dan asam.










